Harapan
Hingga saat ini ilmu yang masih saya ingin kuasai adalah ilmu sabar dan ikhlas serta bersyukur. Saya juga ingin belajar bagaimana caranya mencintai diri sendiri dan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri. Saya merasa ilmu-ilmu tersebut masih belum saya kuasai dengan baik karena saya belum dapat menerapkannya dalam kehidupan ini. Seringkali saya masih merasa kecewa, sedih, dan marah ketika harapan atau impian saya tidak terwujud. Bahkan saya sempat terpikir apa mungkin Allah tidak suka dengan saya sehingga segala doa dan harapan saya tidak Ia dengar. Hingga di titik, dimana saat ini saya takut untuk memiliki impian atau harapan karena saya takut kecewa. Yang saya lakukan saat ini adalah bagaimana saya bisa melewati hari ini dan mendapatkan hari yang lebih baik di esok hari. Sinar matahari yang muncul di pagi hari selalu memberikan harapan kepada saya bahwa esok akan menjadi lebih baik. Saya ingin belajar untuk tidak berharap kepada manusia dan selalu berharap kepada Allah dan menerima segala keputusan yang Allah berikan. Tidak pernah membandingkan kehidupan saya dengan kehidupan orang lain, juga termasuk kedalam daftar ilmu yang harus saya pelajari. Berat dan memerlukan waktu untuk menguasai ilmu-ilmu tersebut, rasa putus asa seringkali muncul dalam diri saya. Namun, seperti matahari pagi yang tidak pernah lupa untuk terbit dan memberikan sinarnya, maka saya percaya bahwa hari esok akan lebih baik.
Beberapa checklist harian sudah saya jalankan dengan konsisten seperti menjalankan ibadah sholat duha setiap pagi, bagun pagi setiap hari walaupun di hari libur, menyelesaikan bacaan minimal satu buku satu bulan, dan tadarus Al Qur’an minimal satu kali satu hari. Untuk checklist jangka panjang masih dalam proses perjuangan untuk mewujudkannya dan semoga perjuangan tersebut dapat membuahkan hasil. Seperti nasihat yang diberikan oleh Pak Dodiki kepada Ibu Septi “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” Saya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan checklist jangka panjang dalam hidup saya dan saya yakin bahwa saya akan mendapatkan hasil dengan kesungguhan saya tersebut. Sedangkan checklist saya sebagai seorang istri masih dalam proses untuk menjalankannya dengan konsisten, kesibukan suami di luar rumah dan terbatasnya waktu yang kami miliki membuat saya kesulitan untuk menjalankan checklist saya, tapi saya harus belajar bersabar dan bersyukur dan saya harus yakin bahwa suatu saat nanti saya bisa mewujudkan semua checklist saya sebagai seorang istri. Checklist saya sebagai seorang ibu akan saya wujudkan ketika saya sudah mendapatkan kepercayaan dari Allah untuk memperoleh keturunan dan menjadi seorang ibu. Saat ini saya sedang bersungguh-sungguh untuk mewujudkan harapan saya menjadi seorang ibu, semoga saya bisa mendapatkan hasil dari kesungguhan saya.
Sampai di detik ini saya masih belum menemukan maksud Allah menciptakan saya ke dunia ini, rasa kekecewaan dan putus asa yang seringkali muncul dari diri saya membuat saya merasa bahwa menjadi manusia yang tidak berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Saya pun merasa bahwa belum bisa memberikan sesuatu kepada orang-orang yang saya cintai, belum dapat membuat mereka bahagia dan bangga kepada saya. Misi hidup saya saat ini adalah untuk mencintai diri saya sendiri, bidang yang perlu saya kuasai adalah bangga kepada diri sendiri, jangan pernah menyesal dengan apa yang sudah dilakukan, “kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh, kamu sudah melakukan yang terbaik, apa yang sudah kamu lakukan adalah yang terbaik dari dirimu” itu yang perlu saya sampaikan kepada diri saya saat ini.
Ilmu yang perlu saya kuasai untuk menyelesaikan misi saya adalah sabar, ikhlas, dan bersyukur. Ketiga hal tersebut yang perlu saya kuasai untuk dapat mencintai diri saya sendiri. Seperti matahari yang tidak pernah lupa untuk memberikan sinarnya di setiap pagi hari, maka Allah tidak akan pernah lupa untuk memberikan nikmatnya kepada setiap umatnya dan hari ini pasti akan menjadi lebih baik dari hari esok. Misi kedua dalam hidup saya adalah melihat suami dan ibu saya bahagia dan bangga kepada saya.
Milestone yang perlu saya lakukan untuk membuat saya mencintai diri saya sendiri adalah:
- KM 0 - KM 1 (1 bulan) : Kurangi rasa kecewa dan mulai mensyukuri setiap apa yang dialami. Setiap hari lakukan yang terbaik dan tidak mengharapkan balasan.
- KM 1 - KM 2 (1 tahun) : Memperbaiki hubungan dengan ayah dan kakak beserta keluarganya.
- KM 2 - KM 3 (1 tahun): Mulai rajin berolah raga dan menjaga pola hidup sehat untuk menjaga tubuh agar tetap sehat, karena jika kita memiliki tubuh yang sehat makan kita akan dapat melakukan sesuatu dengan baik dan muncul rasa percaya diri sehingga akan lebih mudah untuk mencintai diri sendiri.
- KM 3 - KM 4 (2 tahun): Kembangkan terus potensi yang ada dalam diri dan terus belajar hal-hal yang baru, seperti meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris (untuk memantaskan diri ketika harus melanjutkan sekolah ke luar negeri), mulai belajar memasak (untuk memantaskan diri menjadi istri kebanggaan suami dan ibu kebanggaan anak-anak kelak), dan menggali terus ilmu pendidikan dan mendidik anak.
- KM 4 - KM 5 (3 tahun): Melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi (menuntut ilmu yang nantinya akan diterapkan dan diamalkan di dalam kehidupan).
- KM 5 - KM 6 (4 tahun): Menguasai ilmu menjadi perempuan solehah dan mejalankan peran sebagai seorang istri dan ibu yang solehah.